English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Senin, 22 Oktober 2012

paradigma keperawatan anak


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Paradigma keperawatan anak merupakan suatu landasan berpikir dalam penerapan ilmu keperawaatan anak. Tanpa ini batasan dan lingkup keperawatan tidak mudah dipahami sevara jelas. Penggunaan paradigma keperawatan anak tetap mengacu pada konsep paradigma keperawatan secara umum yang merupakan cara pandang dalam suatu ilmu. Landasan berpikir tersebut terdiri dari empat komponen,di antaranya manusia dalam hal ini adalah anak, keperawatan, sehat-sakit dan lingkungan yang dapat digambarkan sebagai berikut :
Anak
Dalam keperawatan anak,yang menjadi individu (klien)dalam hal ini adalah anak,anak diartikan sebagai seseorang yang berusia kurang dari delapan belas tahun dalam masa tumbuh kembang dangan kebutuhan khusus baik kebutuhan fisik,psokologis,sosial,dan spiritual.
Anak merupakan individu yang berada dalam satu rentang perubahan perkembangan yang di mulai daribayi hingga remaja. Masa anak merupakan masa pertumbahan dan perkembangan yang dimulai dari bayi (0-1 tahun) usia bermain/oddler (1-2,5 tahun), usia sekolah (5-11 tahun) hingga remaja (11-18 tahun). Rentang ini berbeda antara anak satu dengan yang lain mengingat latar belakang anak berbeda. Pada anak terdapat rentang perubahan pertumbuhan dan perkembangan yaitu rentang cepat dan lambat. Dalam proses berkembang anak memiliki ciri fisik,kognitif,konsep diri. Pola koping dan perilaku sosial.
Kemudian perilaku sosial pada anak juga mengalami perkembangan yang terbentuk mulai bayi. Pada masa bayi perilaku sosial pada anak sudah dapat dilihat seperti bagaimana anak mau diajak orang lain,dengan orang banyak dengan menunjukkan keceriaan (tidak menangis). Hal tersebut sudah mulai menunjukkan terbentuknya perilaku sosial yang seiring dengan perkembangan usia. Perubahan perilaku sosial juga dapat juga dapat berubah sesuai dengan lingkungan yang ada, seperti bagaimana anak sudah mau bermain dengan kelompoknya yaitu anak-anak.
Sehat – Sakit

Rentang sehat-sakit merupakan batasan yang dapat diberikan bantuan pelayanan keperawatan pada anak,adalah suatu kondisi anak berada dalam status kesehatan yang meliputi sejahtera, sehat optimal, sehat, sakit, sakit kronis,dan meninggal. Rentang ini suatu alat ukur dalam menilai status kesehatan yang bersifat dinamis dalam setiap waktu, selama dalam batas rentang tersebut anak membutuhkan bantuan perawat baik secara langsung maupun tidak langsung,seperti apabila anak berada pada rentang sehat,maka upaya perawat untuk meningkatkan derajat kesehatan sampai mencapai taraf kesejahteraan baik fisik,sosial maupun spiritual. Demikian sebaliknya, apabila kondisi anak dalam kondisi kritis atau meninggal maka perawat selalu memberikan bantuan dan dukungan pada keluarga. Jadi batasan sehat secara umum dapat diartikan suatu keadaan yang sempurna baik fisik,mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit dan kelemahan (WHO,1974) yang memiliki ciri sebagai berikut : memiliki kemampuan merefleksikan perhatian individu sebagai manusia,memiliki pandangan terhadap sehat dalam konteks lingkungan baik secara internal maupun eksternal dan memiliki hidup yang kreatif dan produktif.
Lingkungan
Lingkungan dalam paradigma keperawatan anak yang dimaksud adalah lingkungan eksternal maupun internal yang berperan dalam perubahan status kesehatan anak,seperti keturunan, jenis kelamin, emosi, dan lain-lain. Contoh lingkungan internal yang dapat berperan dalam perubahan status kesehatan, seperti pada anak yang lahir dengan memiliki kasus penyakit bawaan maka kemudian  hari akan terjadi perubahan status kesehatan cenderung mudah sakit. Kemudian contoh faktor lingkungan eksternal yang berperan dalam status kesehatan anak adalah gizi anak,peran orang tua,saudara,teman sebaya atau masyarakat yang berbeda dalam lingkungan tersebut juga memiliki potensi untuk mempengaruhi status kesehatan anak seperti apabila lingkungan anak tidak ada dukungan untuk berkembang selalu tertekan,dibiarkan tanpa kontrol yang jelas,tidak aman dan tanpa adanya kasih sayang,maka status kesehatan anak tidak akan mencapai tingkat kesejahteraan, dan bahkan anak cenderung mudah terjadi sakit.

Keperawatan
Komponen ini merupakan bentuk pelayanan keperawatan yang diberikan kepada anak dalam mencapai pertumbuhan dan pekembangan secara optimal dengan melibatkan keluarga seperti adanya dukungan,pendidikan kesehata, dan upaya dalam rujukan ke tenaga kesehatan dalam program perawatan anak.
Upaya tersebut dapat tercapai dengan keterlibatan secara langsung pada keluarga mengingat keluarga merupakan sistem terbuka yang anggotanya dapat dirawat secara efektif, dan dalam keperawatan anak keluarga sngat berperan dalam menentukan keberhasilamn asuhan keperawatan, di samping keluarga sendiri mempunyai peran yang sangat penting bagi perlindungananak dan dan mempunyai peran untuk memenuhi kebutuhan anak, keluarga juga mempunyai peran seperti peran untuk memenuhi kebutuhan anak, keluarga juga mempunyai peran seperti peran dalam mempertahankan kelangsungan hidup  bagi anak dan keluarga, menjaga keselamatan anak dan mensejahterakan anak untuk mencapai masa depan yang lebih baik, melalui interaksi tersebut dalam terwujud kesejahteraan anak (wong, 1995).

A.    Tujuan Penulisan
Penulisan makalah ini adalah untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Etika Keperawatan umumnya dan untuk mengetahui isu etik dan tata cara perawatan anak khususnya sesuai standar profesi.




BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian
Etik adalah prinsip atau standar yang mengharuskan suatu tindakan yang dilakukan dengan tepat. ( Perry dan Potter, 2005 )



Ketika seorang anak masuk rumah sakit, perawat mungkin terlibat dalam prosedur penerimaan anak. Perawat akan mengambil riwayat kesehatan dan social mengenai anak tersebut dari orang tua. Informasi yang dikumpulkan meliputi : nama kecil anak, usia, dan nama saudara saudaranya, apa yang disukai dan apa yang tidak disukai anak, dan rutinitas untuk makan dan tidur. Segala informasi yang akan mempermudah perawatanm anak diberi tanda. Setelah informasi riwayat selesai, perawat dapat melanjutkannya dengan prosedu penerimaan.







Lingkup praktik meruakan hak dan otonomi dalam melaksanakan asuhan keperawatan yang berdasarkan atas kemampuan,tingkat kemampuan yang dimiliki,lingkup ini dilakukan selama batas keprofesiannya.sedangkan praktik keperawatan itu sendiri merupakan tindakan mandiri perawat profesional dengan melalui kerja sama secara kolaboratif dengan klien dan tenaga kesehatan dalam memberikan asuhn keperawatan yang diberikan pada klien anak dari usia 28 hari sampai 18 tahun atau usia bayi bru lahir sampai 12 tahun (Gartinah,dkk 1999). Dalam memberikan asuhan keperawatan pada anak harus berdasarkan kebutuhan dasar anak yaitu kebutuhan untuk tumbuh untuk tumbuh kembang anak seperti asuh,asih,dan asah (Sularyo,1993).
1.    Kebutuhan asuh
Kebutuhan dasar ini merupakan kebutuhan fisik yang harus dipenuhi dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Kebutuhan ini dapat meliputi kebutuhan akan gizi atau nutrisi,kebutuhan pemberian tindakan keperawatan dalam meningkatkan dan mencegah terhadap penyakit,kebutuhan perawatan dan pengobatan apabila sakit,kebutuhan akan tempat dan perlindungan yang layak,kebutuhan higiene perseorangan dan sanitasi lingkungan yang sehat, lebutuhan akan pakaian,kebutuhan dasar yang harus dipenuhi pada anak dalam memberikan asuhan keperawatan pada anak.


2.      Kebutuhan asih
Kebutuhan ini berdasarkan adanya pemberian kasih sayang pada anak atau memperbaiki psikologi anak. Perkembangan anak dalam kehidupan banyak ditentukan perkembangan psikologis yang termasuk di dalamnya adanya perasaan kasih sayang atau hubungan anak dengan orang tua atau orang di sekelilingnya karena akan memperbaiki perkembangan psikososialnya. Terpenuhinya kebutuhan ini akan meningkatkan ikatan kasih sayang yang erat (bonding) dan terciptanya basic trust (rasa percaya yanng kuat).

3.      Kebutuhan asah
 Kebutuhan ini merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi pada anak, untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan secara optimal dan sesuai dengan usia tumbuh kembang. Pemenuhan kebutuhan asah (stimulasi mental) akan memperbaiki perkembangan anak sejak dini sehingga perkembangan psikososial kecerdasan,kemandirian dan kreativitas pada anak akan sesuai dengan harapan atau usia pertumbuhan dan perkembangan.

2.1              Prinsip Prinsip Keperawatan Anak
Terdapat prinsip atau dasar dalam keperawatan anak yang dijadikan sebagai pedoman dalam memahami filosofi keperawatan anak. Perawat harus memahaminya, mengingat ada beberapa prinsip yang berbeda dalam penerapan asuhan. Diantara prinsip dalam asuhan keperawatan anak tersebut :
1.         Anak bukan miniatur orang dewasa tetapi sebagai individu yang unik. Prinsip dan pandangan ini mengandung arti bahwa tidak boleh memandang anak dari ukuran fisik saja sebagaimana orang dewasa melainkan anak sebagai individu yang unik yang mempunyai pola pertumbuhan dan perkembangan menuju kematangan.pola inilah yang harus dijadikan ukuran, bukan hanya bentuk fisiknya saja tetapi kemampuan dan kematangannya.
2.         Anak adalah sebagai individu yang unik dan mempunyai kebutuhan sesuai dengan tahap perkembangan. Sebagai individu yang unik anak memiliki berbagai kebutuhan yang berbeda satu dengan yang lain sesuai denagan usia tumbuh kembang. Kebutuhan tersebut dapat meliputi kebutuhan fisiologis seperti kebutuhan nutrisi dan cairan, aktivitas, eliminasi, istirahat, tidur dan lain lain. Selain kebutuhan fisiologis tersebut, anak juga sebagai individu yang juga membutuhkan kebutuhan psikologis, social, dan spiritual. Hal tersebut dapat terlihat pada tahap usia tumbuh kembang anak, pada saat yang bersamaan perlu memandang tingkat kebutuhan khusus yang dialami oleh anak.
3.         Pelayanan keperawatan anak berorientasi pada upaya pencegahan penyakit dan peningkat derajat kesehatan, bukan hanya mengobati anak yang sakit. Upaya pencegah penyakit dan peningkatan derajat kesehatan bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian pada anak, mengingat anak adalah generasiu penerus bangsa.
4.         Keperawatan anak merupakan disiplin ilmu kesehatan yang berfokus pada kesejahtaraan anak sehingga perawat bertanggung jawab secara komprehensif dalam memberikan asuhan keperawatan anak. Untuk mensejahterakan anak, keperawatan selalu mengutamakn kepentingan anak. Anak dikatakan sejahtera berarti anak tidak merasakan gangguan psikologis, seperti rasa cemas, takut maupun sejenisnya. Mereka selalu menikmati masa masa kecil dengan penuh kesenangan dan kasih sayang. Kemudian dalam upaya menyejahterakan anak tersebut, tidak terlepas dari peran keluarga, sehingga dalam perbaikan mutu keperawatan selalu melibatkan keluarga.
5.         Praktik keperawatan anak mencakup kontrak dengan anak dan keluarga untuk mencegah, menkaji, mengintervensi, dan meningkatkan kesejahteraan hidup, dengan mengutamakan proses keperawatan yang sesuai dengan aspek hukum ( legal ). Sebagai bagian dari keluarga anak harus dilibatkan dalam pelayanan keperawatan, dalam hal ini harus  terjadi kesepakatan antara keluarga, anak dan tim keluarga.
6.         Tujuan keperawatan anak dan remaja adalah untuk meningkatkan maturasi atau kematangan yang sehat bagi anak dan remaja sebagai biopsikososial dan spiritual dalam konteks keluarga dan masyarakat. Upaya kematangan pada anak adalah selalu memperhatikan  lingkungan baik secara internal maupun eksternal karena kematangan anak sangat ditentukan oleh lingkungan yang ada, baik anak sebagai individu maupun anak sebagai bagian dari masyarakat.
7.         Pada masa yang akan datang kecenderungan keperawatan anak berfokus pada ilmu tumbuh kembang sebab ilmu tumbuh kembang ini akan mempelajari aspek kehidupan anak.

2.3       Filosofi Keperawatan Anak
Filosofi keperawatan anak  keyakinan atau pandangan yang dimiliki perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan pada anak yang berfokus pada keluarga (family centered care), pencegahan terhadap trauma ( atraumatic care ), pengorganisasian pelayanan ( Primary Nursing ), dan manajemen kasus ( case management ).


1.    Family Centered Care
Yaitu pelayanan keperawatan pada anak yang berfokus pada keluarga mencakup kontak dengan anak dan keluarga untuk mencegah, mengkaji, melakukan intervensi, meningkatkan kesejahteraan hidup dengan menggunakan proses keperawatan sesuai dengan aspek moral/etik dan aspek legal/ hukum.
     2.    Atraumatic Center
Yaitu pelayanan keperawatan pada anak yang berfokus pada pencegahan terhadap trauma berorientasi pada upaya-upaya pencegahan penyakit, peningkatan derajat kesehatan dan bukan tindakan kuratif.
3.    Primary Nursing
Yaitu pengorganisasian pelayanan/asuhan keperawatan yang dilakukan oleh satu orang “registered nurse” sebagai perawat primer yang bertanggung jawab dalam asuhan keperawatan selama 24 jam terhadap klien yang menjadi tanggung jawabnya mulai dari masuk sampai pulang dari rumah sakit. Apabila perawat primer/utama libur atau cuti tanggung jawab dalam asuhan keperawatan klien diserahkan pada teman kerjanya yang satu level atau satu tingkat pengalaman dan keterampilannya (associate nurse).
Tenaga keperawatan  profesional memberi asuhan keperawatan pada 4-5 klien. Bertanggung jawab terhadap kondisi klien, semua kebutuhan dan koordinasi dengan tim kesehatan lain.
Metode Primary Nursing
Keuntungan metode primary nursing :
Model praktek keperawatan profesional dapat dilakukan atau diterapkan.
- Memungkinkan asuhan keperawatan yang komprehensif
- Memungkinkan penerapan proses keperawatan
- Memberikan kepuasan kerja bagi perawat
- Memberikan kepuasan bagi klien dan keluarga menerima asuhan keperawatan

Kerugian metode primary nursing :
- Hanya dapat dilakukan oleh perawat profesional
- Biaya relatif lebih tinggi dibandingkan metode lain

4.      Case Management
Yaitu integrasi layanan kesehatan untuk klien/pasien secara individu atau kelompok .Team multidisiplin yang tanganggung jawab secara kolaboratif dalam mengkaji  kebutuhan Klien dan menetapkan  Rencana Tindakan, Implementasi dan evaluasi dari saat Pasien diterima, dirujuk dan atau dipulangkan.
Dalam case management diperlukan :
1.       Case manager, untuk menjalankan fungsi koordinasi dan  kolaborasi
2.      Critical/Clinical pathway, panduan alur penanganan pasien secara terintegrasi
Metode case management
2.4       Hak – hak Anak
Anak adalah karunia tuhan yang tidak bernilai harganya. Bila suatu keluarga tidak mempunyai anak, maka dalam keluarga tersebut akan terjadi ketimpangan. Tanpa adanya anak, maka fungsi keluarga tidak akan berjalan dengan normal. Anak juga merupakan asset bangsa di masa depan. Kurang perhatiannya hak hak anak dapat memunculkan gagasan terhadap perkembangan fisik maupun mental, yang tentu saja akan merugikan masa depan anak tersebut. Untuk itu, Departemen Kesehatan sedang mengembangkan kebijakan untuk menerapkan paradigm baru dalam pembangunan kesehatan.
Paradigma sehat yang diartikan sebagai pemikiran dasar sehat berorientasi pada peningkatan dan perlindungan anak sehat, bukan merupakan penyembuhan anak yang jatuh sakit. Kebijakan tersebut ditekankan pada upaya promotif dan preventif dengan tujuan melindungi dan meningkatkan kondisi anak yang sehat agar lebih produktif dan inovatif sesuai dengan Undang Undang RI No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan, BAB V upaya kesehatan, pasal 7 ayat 1 dan 2.
Ayat (1); Kesehatan anak diselenggarakan untuk mewujudkan pertumbuhan dan perkembangan anak.
Ayat (2);   Kesehatan anak dilakukan melalui peningkatan kesehatan anak dalam kandungan, masa bayi, masa balita, usia pra sekolah, dan usia sekolah.
           
Untuk mencapai tujuan di atas, hak – hak anak dapat diuraikan sebagai berikut :
1.      Anak berhak mendapatkan perlindungan fisik maupun mental sejak dalam kandungan sampai dengan lahir dann sesuai dengan perkembangan.
2.      Anak berhak untu dihargai bagaimanapun keberadaaannya secara fisik maupun mental.
3.      Anak berhak memperoleh kasih sayang dari kedua orang tuanya dan anggota keluarganya yang lain.
4.      Anak berhak memperoleh pendidikan yang layak sesuai dengan kemampuan keluarga atau ketentuan dan kebijakan dari suatu lembaga yang ada.
5.      Anak berhak berkomunikasi dan mengemukakan pendapat atau alasan yang benar sesuai dengan kemampuan dan tingkat usianya.
6.      Anak berhak memperoleh kesempatan bermain dan mengemukakan pendapat atau lasan yang benar sesuai dengan kemampuan dan tingkat usianya.
7.      Anak berhak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, memperoleh gizi adekuat, rekreasi, dan perawatan serta pengobatan bila membutuhkannya.
8.      Anak berhak menolak untuk dipekerjakan seperti orang dewasa dalam mencari nafkah.
9.      Anak berhak diperlukan dengan baik, sopan, dan terhindar dari tindakan kekejaman atau eksplorasi.
10.  Anak berhak memperoleh perlindungan hukum apabila diperlukan dalam penyelesaian masalah pidana maupun perdata yang dilakukan terhadap dirinya.

Masalah yang sering terjadi dalam pemenuhan hak hak anak, antara lain disebabkan oleh beberapa faktor : 
1.      Kurangnya pengetahuan orang tua, keluarga, dan masyarakat tentang hak – hak anak;
2.      Adanya tekanna ekonomi yang emnyebabkan orang tua mempekerjakan anak anaknya di bawah umur.
3.      Belum memasyarakatnya peratuaran dan perlakuan hukum terhadap pelanggaran hak hak anak.
4.      Masih minimnya sarana – sarana bermain tanpa biaya dan budaya informasi yang positif terhadap perkembangan anak. ( Nila Ismani, 2001 )

2.5       Teknik Komunikasi Pada Anak
Komunikasi pada anak merupakan bagian dalam membangun kepercayaan diri kita dengan anak. Melalui komunikasi akan terjalin rasa percaya, rasa kasih sayang, dan selanjutnya anak akan merasa  memiliki suatu penghargaan pada dirinya. Dalam keperawatan, istilah komunikasi sering digunakan pada aspek pemberian terrapin pada klien, sehingga istilah komunikasi banyak dikaitkan dengan terapeutik atau dikenal dengan nama komunikasi terapeutik yang menurut Stuart dan Sundeen tahun 1987 merupakan suatu cara untuk membina hubungan yang terapeutik yang diperlukan untuk pertukaran informasi dan perasaan, yang dapat mempengaruhi perilaku orang lain, mengingat keberhasilan tindakan keperawatan tergantung pada proses komunikasi.
Ada beberapa cara yang dapat digunakan dalam berkominasi dengan anak anak :
1.      Melalui orang lain atau pihak ketiga
Cara berkomunikasi ini pertama dilakukan oleh anak dalam menumbuhkan kepercayaan diri anak, dengan menghindari secara langsung berkomunikasi dengan melibatkan orang tua secara langsung yang sedang berada disampingnya. Selain itu dapat digunakan untuk mengomentari tentang mainan, baju yang sedang dipakainya serta lainnya, dengan catatan tidak langsung pada pokok pembahasan.
2.      Bercerita
Melaui cara ini pesan akan disampaikan kepada anak dapat mudah diterima, mengingat anak sangat suka sekali dengan bercerita, tetapi cerita yang disampaikan hendaknya sesuai dengan pesan yang akan disampaikan, yang dapat diekspresikan melaui tulisan maupun gambar.
3.      Menfasilitasi
Menfasilitasi anak adalah bagian cara berkomunikasi, melalui ini ekspresi anak atau respon anak terhadap pesan dapat diterima. Dalam memfalitasi kita harus mampu mengekspresikan perasaan dan tidak boleh dominan, tetapi anak harus diberikan respon terhadap pesan yang disampaikan melalui mendengarkan dengan penuh perhatian dan jangan merefleksikan ungkapan negatif yang menunjukkan kesan yang jelek pada anak.
4.      Biblioterapi
Melaui pemberian buku atau majalah dapat digunakan untuk mengekspresikan perasaan, dengan menceritakan isi buku atau majalah yang sesuai dengan yang akan disampaikan kepada anak.
5.      Pilihan pro dan kontra
Penggunaan teknik komunikasi ini sangat penting dalam menentukan atau mengatahui perasaan dan pikiran anak, dengan mengajukan pada situasi yang menunjukkan pilihan yang positif dan negatif.
6.      Penggunaan skala
Penggunaan skala atau peringkat ini digunakan dalam mengungkapkan perasaaan sakit pada anak seperti penggunaan perasaan nyeri, cemas, sedih dan lain lain dengan menganjurka anak untuk mengekspresikan perasaan sakitnya.
7.      Menulis
Melalui ini anak akan mengekspresikan dirinya baik pada keadaan sedih, marah atau lainnya dan biasanya banyak dilakukan pada anak yang jengkel, marah dan diam. Cara inin dapat dilakukan apabila anaka sudah memiliki kemampuan untuk menulis.
8.      Menggambar
Seperti halnya menulis, menggambarpun juga dapat digunakan untuk mengungkapkan ekspresinya, perasaan jengkel marah biasanya dapat diungkapkan melalui gambar dan anak akan mengungkapkannya apabila gambar yang ditulisnya ditanya tentang maksudnya.

9.      Bermain
Bermain alat efektif pada anak dalam membantu berkomunikasi. Melalui ini hubungan interpersonal anatara anak, perawat dan orang diskeitarnya dapat terjalin, dan pesan pesan dapat disampaikan.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berikan komentar anda agar blog ini dapat lebih baik kedepannya...terimakasih banyak...